| Andy sudah menikah dengan Anna selama sekitar dua puluh tahun. Selama periode tersebut, seperti semua pasangan lain, terkadang mereka bertengkar. Sesekali pertengkaran tersebut begitu panas, sampai mereka tidak yakin lagi akan cinta satu sama lain. Pada saat seperti itu, Andy suka memutar lagu kenangan mereka. Lagu yang mengingatkan pada saat-saat indah ketika cinta di antara mereka terasa begitu kuat. Melalui lagu tersebut, rasa cinta mereka dipulihkan. Pertengkaran pun bisa diselesaikan dengan baik. Kenangan juga penting dalam hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Ketika kita bimbang atau ragu akan penyertaan Tuhan, kenangan akan jamahan-Nya pada masa lalu penting untuk menguatkan kita. Apakah Anda sedang merasa Tuhan jauh dan tidak peduli? Ingatlah pengalaman ketika jamahan-Nya nyata atas hidup kita. Janji-Nya untuk tidak pernah meninggalkan kita, selalu dapat kita pegang. Apa pun yang sedang kita rasakan, yakinilah bahwa Dia yang mengasihi kita pada masa lalu, tak berhenti mengasihi kita saat ini --ALS KENANGAN AKAN JAMAHAN TUHAN AKAN MENEGUHKAN KITA BAHWA KESETIAAN-NYA SELALU ADA |
Thursday, August 05, 2010
KENANGAN
JANGKAR YANG KOKOH
Dua minggu setelah gempa besar mengguncang Haiti, tim SAR pesimis.
Mana mungkin masih ada orang yang bisa bertahan hidup, setelah lebih
dari 10 hari tidak makan, tidak minum, dengan tubuh terjepit
reruntuhan? Mereka keliru! Emanuel Buteau ditemukan masih hidup.
Segera pemuda ini dilarikan ke Rumah Sakit darurat. Setelah pulih,
wartawan bertanya, "Apa yang membuatmu bisa bertahan?" Ia menjawab:
"Selama terjepit, saya terus berseru memohon pertolongan Tuhan.
Pengharapan saya tidak sia-sia. Kuasa-Nya bekerja!"
Pengharapan itu bagai jangkar. Begitu ditancapkan ke dasar laut,
kapal menjadi mantap. Punya pegangan. Tidak diombang-ambingkan
ombak. Dengan pengharapan, biar jalan di depan sulit, hati tidak menjadi pahit.
Malahan makin tekun dan tahan uji, karena yakin yang terbaik pasti
akan datang .
Harapan kita sering keliru. Kadang kita mengharapkan jalan yang
mudah. Atau, berharap hidup berjalan sesuai skenario kita. Harapan
seperti itu bisa mengecewakan. Namun, pengharapan bahwa kita akan
menerima kemuliaan Allah adalah jangkar yang kokoh. Marabahaya bisa
datang. Usaha bisa kandas. Cita-cita bisa tidak kesampaian. Namun,
pengharapan membuat kita yakin: ini bukan akhir segalanya. Yang
terbaik masih akan datang! --JTI
KETIKA ANDA DIOMBANG-AMBINGKAN ANEKA PERSOALAN
JANGAN LUPA TANCAPKAN JANGKAR PENGHARAPAN KEPADA TUHAN
Mana mungkin masih ada orang yang bisa bertahan hidup, setelah lebih
dari 10 hari tidak makan, tidak minum, dengan tubuh terjepit
reruntuhan? Mereka keliru! Emanuel Buteau ditemukan masih hidup.
Segera pemuda ini dilarikan ke Rumah Sakit darurat. Setelah pulih,
wartawan bertanya, "Apa yang membuatmu bisa bertahan?" Ia menjawab:
"Selama terjepit, saya terus berseru memohon pertolongan Tuhan.
Pengharapan saya tidak sia-sia. Kuasa-Nya bekerja!"
Pengharapan itu bagai jangkar. Begitu ditancapkan ke dasar laut,
kapal menjadi mantap. Punya pegangan. Tidak diombang-ambingkan
ombak. Dengan pengharapan, biar jalan di depan sulit, hati tidak menjadi pahit.
Malahan makin tekun dan tahan uji, karena yakin yang terbaik pasti
akan datang .
Harapan kita sering keliru. Kadang kita mengharapkan jalan yang
mudah. Atau, berharap hidup berjalan sesuai skenario kita. Harapan
seperti itu bisa mengecewakan. Namun, pengharapan bahwa kita akan
menerima kemuliaan Allah adalah jangkar yang kokoh. Marabahaya bisa
datang. Usaha bisa kandas. Cita-cita bisa tidak kesampaian. Namun,
pengharapan membuat kita yakin: ini bukan akhir segalanya. Yang
terbaik masih akan datang! --JTI
KETIKA ANDA DIOMBANG-AMBINGKAN ANEKA PERSOALAN
JANGAN LUPA TANCAPKAN JANGKAR PENGHARAPAN KEPADA TUHAN
Wednesday, August 04, 2010
SISI-SISI BAIK
Suatu malam di sebuah perempatan, Pak Jamil dirampok. Ia tengah menyetir mobil sendirian pulang kantor. Jalan macet. Dua orang pemuda tanggung mendatanginya. Mereka mengancam dengan kapak dan meminta paksa uang dalam dompetnya. Apa boleh buat, ia menuruti permintaan mereka. Bagaimana perasaan Pak Jamil? Marah? Menyesal? "Tidak," katanya, "Buat apa? Itu tidak akan mengembalikan uang yang hilang. Malah syukurnya cuma uang di dompet yang mereka ambil, bukan nyawa saya. Dan syukurnya pula, saya yang dirampok bukan yang merampok. Semoga saja uang itu bisa berguna buat mereka." Begitulah, di balik setiap kejadian atau keadaan yang kita alami, termasuk yang tidak menyenangkan sekalipun, selalu ada sisi-sisi baiknya. Kuncinya, kita tidak terjebak dalam kemarahan dan kekecewaan yang berkepanjangan. Menjalani apa pun yang terjadi dengan penyerahan diri kepada Tuhan; juga dengan keyakinan bahwa di balik semua itu pasti ada hikmahnya. Mungkin hal itu tidak menyelesaikan masalah, tetapi setidaknya, kita tidak akan kehilangan sukacita dan rasa syukur --AYA KEMARAHAN DAN PENYESALAN ATAS SEBUAH PERISTIWA BURUK BIASANYA HANYA MENGUNDANG MASALAH BARU Ratih Junisari Mangiwa(^&^)v Save a tree. Don't print this e-mail unless it's really necessary |
Sunday, August 01, 2010
OBAT BAGI HATI
Dua katak terjatuh ke lubang yang dalam. Keduanya berusaha melompat keluar, tetapi tidak berhasil. Menyadari lubang itu terlalu dalam bagi seekor katak, maka katak-katak yang lain meneriaki mereka agar menyerah saja. Menyuruh mereka mengikhlaskan diri untuk mati saja di situ, sebab upaya mereka akan sia-sia. Salah satu katak percaya akan teriakan teman-temannya. Ia putus asa dan menyerah untuk mati. Tetapi yang lain tidak. Ketika para katak berteriak, ia justru makin giat melompat. Dan akhirnya, ia berhasil keluar! Teman-temannya heran dan baru tahu kemudian, ternyata katak itu tuli. Ternyata, tadi ia mengira teman-temannya menyorakinya untuk terus berjuang. Perkataan yang diterima oleh otak kita sungguh berdampak dahsyat. Perkataan yang negatif menjatuhkan semangat. Meruntuhkan harga diri. Mengacaukan pikiran dan suasana hati. Sebaliknya, perkataan yang positif membangkitkan gairah. Menyalakan harapan. Memberi kekuatan. Seperti obat yang menyembuhkan. Banyak orang memerlukan siraman rohani dari ucapan mulut kita. Jadi, perbanyaklah kata-kata penghiburan, dari bibir kita --PAD DALAM PERKATAAN SELALU TERKANDUNG KUASA BISA MEMATIKAN, BISA JUGA MENGHIDUPKAN Ratih Junisari Mangiwa(^&^)v Save a tree. Don't print this e-mail unless it's really necessary |
ARTI MASALAH
Tidak ada masalah yang meninggalkan Anda dalam keadaan sama seperti saat ia mendatangi Anda. Pasti selalu ada akibat yang ditimbulkannya. Dengan masalah yang terjadi, keadaan Anda bisa menjadi lebih baik, atau sebaliknya, lebih buruk. Jika masalah membuat kita lebih buruk, tentu ada yang salah dalam diri kita saat merespons masalah tersebut. Bukankah Tuhan mengizinkan masalah terjadi di hidup kita untuk membuat kita lebih baik? Bagi orang-orang sukses, kerap kali masalah adalah peluang untuk mencapai kemajuan. Pernyataan ini tidak ada dalam kamus orang-orang yang menyukai kemudahan dan antimasalah. Demikian juga arti masalah bagi orang kristiani. Tuhan tidak pernah mengizinkan segala sesuatu terjadi tanpa ada tujuan di dalamnya. Pemazmur pernah berkata, "Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu" (ayat 71). Mengapa penindasan, penderitaan, tekanan, aniaya, dan kesesakan itu baik? Karena itu membuat kita belajar ketetapan Tuhan. Memproses kita untuk makin serupa dengan-Nya. Saat menghadapi masalah, kita akan menemukan sesuatu dalam diri yang tak kita ketahui sebelumnya. Proses ini mengajar kita rendah hati dan memegang janji Tuhan (ayat 67), sehingga kita lebih dewasa. Bayangkan jika masalah dan pemrosesan Tuhan tidak datang di hidup kita. Tentu keadaan kita tak lebih baik dari sekarang, bukan? Biarlah kita menjadi orang yang tidak alergi dengan penderitaan dan masalah. Apa arti masalah yang menghampiri Anda? Kemajuan atau kemunduran? Milikilah mental juara. Juara tak takut pada masalah. Mereka yakin masalah akan membuat mereka lebih baik --PK JANGAN PERNAH TAKUT MENGHADAPI MASALAH KARENA MASALAH AKAN MEMBAWA KITA MAJU SETAHAP Ratih Junisari Mangiwa(^&^)v Save a tree. Don't print this e-mail unless it's really necessary |
Thursday, July 22, 2010
Badai
| Pada suatu hari, seperti biasanya kami bekendaraan menuju ke suatu tempat. Dan aku yg mengemudi. Setelah bbrpa puluh kilometer, tiba tiba awan hitam datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Kulihat beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti. "Bagaimana Ayah? Kita berhenti?", aku bertanya. "Teruslah mengemudi!", kata Ayah. Aku tetap menjalankan mobilku. Langit makin gelap, angin bertiup makin kencang. Hujanpun turun. Beberapa pohon bertumbangan, bahkan ada yg diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan. Kulihat kendaraan kendaraan besar juga mulai menepi & berhenti. "Ayah...?" "Teruslah mengemudi!" kata Ayah sambil terus melihat ke depan. Aku tetap mengemudi dng bersusah payah. Hujan lebat menghalangi pandanganku sampai hanya berjarak beberapa meter saja. Anginpun mengguncang²kan mobil kecilku. Aku mulai takut. Tapi aku tetap mengemudi walaupun sangat perlahan. Setelah melewati bbrpa kilometer ke depan,kurasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang. Setelah beberapa killometer lagi, sampailah kami pada daerah yg kering & kami melihat matahari bersinar muncul dari balik awan. "Silakan kalau mau berhenti dan keluarlah", kata Ayah tiba tiba. "Kenapa sekarang?", tanyaku heran. "Agar engkau bisa melihat dirimu seandainya engkau berhenti di tengah badai". Aku berhenti & keluar.Kulihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung. Aku membayangkan mereka yg terjebak di sana dan berdoa,smg mereka selamat. Dan aku mengerti bahwa jng pernah berhenti di tengah badai karena akan terjebak dlm ketidakpastian & ketakutan kapan badai akan berakhir serta apa yg akan terjadi selanjutnya. Jika kita sedang menghadapi "badai" kehidupan,teruslah berjalan, jangan berhenti,jangan putus asa krn kita akan tenggelam dlm keadaan yg terus kacau,menakutkan & penuh ketidak-pastian. Lakukan saja apa yg dpt kita lakukan, & yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU.HADAPI dgn Semangat. Jadikanlah KEBIASAAN yg POSTIF u/ MAJU TERUS setiapharinya mulai hari ini.... Ratih Junisari Mangiwa(^&^)v Save a tree. Don't print this e-mail unless it's really necessary |
Tuesday, July 06, 2010
J E N D E L A
| Sepasang orang muda yang baru menikah menempati rumah di sebuah komplek perumahan. Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca. Ia melihat tetangganya sedang menjemur kain. "Cuciannya kelihatan kurang bersih ya", kata sang istri. "Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar. Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus." Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tdk memberi komentar apapun. Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yg sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya. Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian2 yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya: "Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira2 yang sudah mengajarinya? " Sang suami berkata, "Saya bangun pagi2 sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita." Dan begitulah kehidupan. Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya. ... |
Subscribe to:
Posts (Atom)