Tuesday, August 10, 2010

OSCAR DAN RAZZIE

  Di Hollywood, ada penghargaan bidang perfilman, yaitu Piala Oscar
  untuk menghargai kinerja terbaik, ada pula piala Razzie untuk
  mengganjar kinerja terburuk. Pada Maret 2010, Sandra Bullock menjadi
  aktris pertama yang mendapatkan kedua piala itu pada tahun yang
  sama. Ia memperoleh Razzie sebagai aktris terburuk karena
  penampilannya di film All About Steve, lalu meraih Oscar sebagai
  aktris terbaik untuk perannya di The Blind Side. Sandra memajang
  kedua piala itu di rak yang sama di rumahnya. Ia menganggap piala
  Razzie sebagai penetral yang hebat. "Piala itu mengingatkan saya
  agar tidak membusungkan dada menyombongkan diri."
  Adakah "duri" yang terus mengganggu kita? Kita berusaha sekuat
  tenaga untuk menyingkirkannya, tetapi tidak berhasil juga. Mungkin
  Tuhan mengizinkannya untuk mengingatkan kita akan kemanusiaan dan
  kebutuhan kita akan anugerah-Nya. Agar, kita dapat belajar
  menerimanya secara rela dan lapang dada --ARS

                 DALAM KEMURAHAN ANUGERAH TUHAN
            KELEMAHAN DAPAT BERUBAH MENJADI KEKUATAN

MENCARI ATAU MENJADI?

   "Ada gula ada semut", begitu bunyi pepatah lama yang kebenarannya
   tetap berlaku. Banyak orang akan berkumpul di sekeliling orang kaya.
   Berlagak sebagai kawan, tentu saja demi mendapat cipratan rezeki.
   Namun, kenyataan membuktikan bahwa mereka sebenarnya bukan teman,
   melainkan benalu; bukan sahabat, melainkan penjilat. Sikap mereka
   akan berubah drastis seiring keadaan yang berubah. Habis manis sepah
   dibuang.

   Kenyataan di atas kerap dialami oleh orang yang tadinya kaya,
   kemudian jatuh miskin. Yang semula tebu, tetapi akhirnya tinggal
   jadi ampas. Maka, semua yang tadinya teman tiba-tiba saja
   menghilang. Namun, tidak berarti si kaya pun tidak merasakan
   "pahit"-nya kebenaran ini. Penulis Amsal adalah salah satu
   contohnya. Ia adalah si kaya yang sadar bahwa yang ada padanya bukan
   kawan. Yang berkerumun di sekelilingnya tak lebih daripada para
   penjilat. Padahal yang ia butuhkan adalah teman. Orang kaya pun
   punya kesusahan dan kesukaran. Mereka butuh solidaritas seorang
   sahabat sejati. Sedangkan "persahabatan" palsu menghadirkan kesepian
   dan kemuakan tersendiri bagi si kaya.

   Semua orang perlu teman yang setia di segala waktu. Entah ia kaya
   atau miskin. Tidak ada manusia yang suka diperalat pada saat ia
   kaya, lalu dengan begitu saja dicampakkan pada saat ia miskin.
   Kenyataannya memang sulit mencari seorang sahabat, baik bagi si
   miskin maupun si kaya. Oleh sebab itu, siapa pun Anda, janganlah
   terpaku hanya "mencari" sahabat; justru sebaliknya "jadilah" sahabat
   bagi yang membutuhkan. Sama seperti Yesus tatkala hadir di dunia ini
   -—PAD

                 DARIPADA MENCARI SAHABAT KE MANA-MANA
                 LEBIH BAIK MENJADI KAWAN DI MANA-MANA

Thursday, August 05, 2010

maafkan aku yah

Seorang Ibu Guru TK mengadakan "permainan". Ibu Guru menyuruh anak-anak tiap
murid'nya membawa kantong plastik transparan 1 buah & kentang. Masing-masing
kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama org yg dibenci. Sehingga jmlh
kentang'nya tdk ditentukan brp, tergantung jumlah org yg dibenci.

Pd hari yg disepakati masing-masing murid membawa kentang dlm kantong plastik.
Ada yg berjmlh 2, ada yg 3 bahkan ada yg 5. Spt perintah guru mereka, tiap-tiap
kentang diberi nama sesuai nama org yg dibenci. Murid-murid hrs membawa kantong
plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet
sekalipun, selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai
mengeluh, apalagi yg membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak
sedap. Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega krn penderitaan
mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru: "Bgmn rasanya membawa kentang selama 1 minggu?"

Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pd umumnya mereka tidak merasa
nyaman hrs membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi. Guru
pun menjelaskan apa arti dari " permainan " yang mereka lakukan.

Ibu Guru: "Seperti itulah kebencian yg selalu kita bawa-bawa apabila kita tdk
bisa memaafkan orang lain.

Sungguh sangat tdk menyenangkan membawa kentang busuk kemanapun kita pergi. Itu
hanya 1 minggu, bgmn jk kita membawa kebencian itu seumur hidup ?

Alangkah tidak nyamannya ...

Krn itu, lepaskanlah pengampunan kepada orang yang Anda benci.

Krn ketika anda tidak mau mengampuni, anda seperti sdng memegang bola berduri.
Semakin anda tdk mau melepaskan bola berduri itu, anda sendiri yg akan merasakan

sakit. Karena itu tidak ada jln lain kecuali melepaskan pengampunan.

Jd bagi semua orang yg pernah aku sakiti dan pernah tersinggung krn perkataan
maupun perbuatanku baik sengaja maupun tidak, aku mohon maaf yah... Semoga tidak

ada kebencian lg diantara kita...:)

MICHAEL OHER


Bagi kebanyakan orang, Michael Oher hanya seorang anak yang miskin
  dan bodoh. Penilaian ini bisa dibenarkan. Ia memang berasal dari
  keluarga miskin. Nilai-nilai sekolahnya pun sangat buruk. Namun,
  bagi pasangan suami-istri Sean Tuohy dan Leigh Anne, Michael adalah
  anak yang memiliki potensi besar, terutama dalam cabang olahraga
  rugbi. Hanya, Michael membutuhkan kasih dan bimbingan yang lebih
  untuk memenuhi potensinya tersebut. Maka, mereka mengangkatnya
  sebagai anak. Michael pun banyak berubah. Dan, ia sungguh-sungguh
  menjadi bintang American football di Amerika Serikat.

  Sebagai manusia, kita bisa juga melihat orang lain secara sepintas,
  dan memiliki anggapan sendiri yang belum tentu benar. Sesungguhnya
  jika kita bersedia melihat lebih saksama, kita akan melihat sisi
  yang lebih indah dari orang tersebut. Sebab Tuhan pasti menaruh
  potensi khusus dalam diri orang itu, yang membuat kita lebih
  menghargainya. Bahkan, jika mungkin membantunya menggapai potensi
  maksimal --ALS

         KETIKA KITA MENGENAL SEORANG PRIBADI DENGAN SaKSAMA
      KITA AKAN MENDAPATI TUHAN ADIL MEMBERI POTENSI BAGI SEMUA

Mengapakah engkau melihat serpihan kayu di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

Sir Percival Lowell adalah astronom ternama pada akhir abad ke-19.
  Ketika melihat planet Mars dari teleskop raksasa di Arizona, ia
  melihat ada garis-garis di planet itu. Menurutnya, itu adalah
  kanal-kanal buatan makhluk planet Mars. Lowell mengabdikan seluruh
  hidupnya untuk memetakan garis-garis itu. Namun, foto satelit kini
  membuktikan tidak ada kanal di Mars. Lantas apa yang dilihat Lowell?
  Ternyata ia melihat pembuluh-pembuluh darah di matanya sendiri saat
  melihat teleskop! Ia menderita penyakit langka yang kini disebut
  "Sindrom Lowell".

  Sama seperti Lowell, kita pun bisa salah memandang orang lain.
  Sifat-sifat buruk orang lain tampak begitu besar dan nyata, sehingga
  kita terdorong untuk menegur dan menghakiminya. Padahal tanpa sadar
  kita pun punya sifat buruk itu, bahkan mungkin lebih parah! Ini
  ibarat orang yang mau mengeluarkan serpihan kayu dari mata orang
  lain, padahal ada balok di matanya sendiri. Sebuah perbuatan munafik
  yang tidak akan berhasil. Seseorang harus menyadari dulu sifat-sifat
  buruknya sendiri, lalu berusaha mengatasinya. "Balok di matanya"
  harus dikeluarkan, sebelum bisa menegur orang dengan penuh wibawa.

  Sikap suka menghakimi kerap muncul dalam keluarga. Bisa terjadi
  dalam hubungan antara orangtua dan anak, atau suami dan istri.
  Kedekatan membuat kita sangat mengenal cacat cela orang-orang yang
  kita kasihi. Akibatnya, kita menjadi sangat mudah menemukan
  kesalahan mereka. Ini yang harus kita waspadai. Lain kali, sebelum
  menuduh dan mencaci-maki, periksalah diri sendiri dulu. Belum tentu
  kita lebih baik dari mereka. Jadi, lebih baik saling menasihati
  daripada saling menghakimi --JTI

            DENGAN MENGHAKIMI KITA MERASA DIRI HEBAT
    DENGAN SALING MENASIHATI KITA AKAN MERASA DIRI SEDERAJAT


KEBETULAN

Seorang kenalan menceritakan pengalamannya mencari rumah kontrakan.
   Sudah berminggu-minggu mencari, ia belum juga mendapatkannya.
   Padahal kebutuhan itu mendesak dan sudah menjadi prioritas doanya.
   Suatu saat, seorang kawan meminta bantuannya mengantarkan barang ke
   sebuah alamat. Ketika mengantar barang ke alamat yang dituju, ia
   melihat tanda "DIKONTRAKKAN" pada rumah di sebelah rumah tersebut.
   Begitulah ceritanya ia mengontrak rumah yang dihuninya sekarang.
   Sebuah kebetulan?

   Bahasa Inggris menyebut "kebetulan" sebagai "coincidence". Kata ini
   berasal dari dua kata: "co" (kerja sama) dan "incidence" (kejadian).
   Jadi, kurang lebih berarti ada dua atau lebih kejadian yang "bekerja
   sama" demi mencapai sebuah tujuan. Dalam bahasa sehari-hari kita
   menyebutnya "kebetulan".
   Tuhan adalah Perencana Agung. Setiap kejadian, baik atau buruk, ada
   dalam kendali-Nya. Semua bisa dipakai untuk melayani rencana-Nya
   yang mulia. Sebenarnya arti "kebetulan" bukan kejadian-kejadian yang
   tanpa sengaja bertemu, melainkan justru dengan sengaja dipertemukan
   agar "bekerja sama" demi melayani tujuan lebih besar yang Tuhan
   kehendaki. Demikian hendaknya kita memandang segala kejadian
   sehari-hari dengan iman -—PAD

           APA YANG KITA KIRA SEBAGAI "KEBETULAN" TAK BERSENGAJA
                   ADALAH PENGATURAN TUHAN YANG BERSENGAJA

WASPADAI KUASA ANDA

  Erasmus Darwin seorang penyair Inggris pernah menulis, "Orang yang
  memperbolehkan adanya penindasan, telah membagi-bagikan kejahatan."
  Penindasan ditujukan pada pihak yang lebih lemah karena ada kuasa
  yang lebih besar dari si penindas. Kuasa sendiri pada dasarnya tidak
  memuat sesuatu yang buruk, tetapi jika kuasa dipakai secara negatif,
  kejahatan bisa mulai bersemi dari situ.

  Berhati-hatilah dengan kekuasaan yang saat ini melekat pada diri
  Anda. Hendaknya kita menggunakannya dalam posisi apa pun dan di mana
  pun untuk menyejahterakan sesama, bukan menindas. Ingatlah bahwa ada
  Dia yang mengawasi segalanya. Jangan sampai "tangan yang kuat" itu
  menegur kita --DKL 

                         TUHAN MAHAKUASA
             MAKA TAK ADA GUNANYA MANUSIA SOK KUASA