Sunday, December 12, 2010

"Kalau Ada Waktu" buat anak-anak

Malam ini nampaknya akan jadi salah satu malam tersibuk,
karena saya harus menyelesaikan finishing 4 buku di satu malam di rumah.
Segala rencana sudah disiapkan, jam berapa sampai jam berapa mengerjakan yang mana dan seterusnya
sehingga sebelum tengah malam bisa selesai. Begitu rencananya.

Tiba tiba si bungsu Adam datang dan minta ditemani untuk melatih speed lari menggunakan treadmill.
Karena memang pelatih bola menganjurkan Adam berlatih speed, saya menemani Adam latihan, meninggalkan kerja.
Saya tidak mau menunda, mumpung ia sedang semangat dan untuk jaga momentum.
Sesekali saya perhatikan waktu, nampaknya masih cukup.

Setelah selesai dan sama-sama kelelahan, saya mulai duduk depan komputer dan siap bekerja mengejar target.
Belum lama berselang, setelah mengganti bajunya yang basah kuyup, Adam datang lagi ke kamar kerja,
kali ini minta diajarkan matematika, pecahan, desimal, persen, dll.
Sekali lagi saya tunda kerja, dan coba menerangkan sebaik mungkin cara mudah agar Adam bisa mengerti.
Sesekali saya perhatikan waktu, nampaknya masih bisa dikejar.

Belum selesai menemani Adam belajar, kali ini si sulung Salsa datang.
Ia mengajak diskusi tentang proyek presentasinya atau proyek workshop dari sekolah.
Kami berdiskusi cukup lama, apakah sebaiknya menggunakan power point atau movie maker,
bagaimana menentukan tema dan angle menarik dari workshopnya.
Selama diskusi, Adam sesekali menyelak untuk bertanya soal-soal matematika yang tidak dimengertinya.

Tanpa terasa (sebenarnya terasa sih), waktu sudah menjelang tengah malam, dan anak-anak harus tidur,
dan tidak satupun pekerjaan yang harus saya kerjakan sempat terpegang.
Nampaknya semua rencana tidak berjalan.
Dan saya mengantarkan anak-anak tidur.
Maklumlah, ibunya anak-anak sedang di luar kota, jadi malam ini saya urus anak-anak.
Selepas mereka tidur, saya baru bisa mulai bekerja dan tidak tidur sampai subuh.

Ada saat rasanya ingin mengatakan, "Please I'm busy" atau " Saya sedang sibuk, jangan diganggu!" dsb
Tapi saya memilih untuk membiarkan anak-anak mengganggu saya bekerja.

Seringkali orang tua berkata "Saya sibuk" ketika diganggu anak-anaknya.
Bahkan ada yang marah ketika diganggu saat bekerja di rumah.

Daripada menolak keinginan anak yang membutuhkan waktu saya,
saya memilih untuk menunda waktu kerja untuk anak-anak dan mengorbankan waktu tidur sebagai gantinya.
Kenapa? Karena rasanya tidak fair, waktu siang kita bekerja anak-anak sudah tidak bisa bertemu,
dan ketika malam pun pekerjaan mengambil waktu anak-anak kita.

Saya selalu ingat "Why"
Salah satu alasan kenapa saya harus bekerja, harus lembur mengejar target kerja adalah
agar anak-anak lebih sejahtera dan bahagia.
Agar ketika sejahtera, saya punya waktu bebas bersama anak-anak.
Jadi tidak fair rasanya kalau saya harus korbankan anak-anak karena sesuatu yang saya lakukan untuk MEREKA juga.
Karena anak-anak adalah "WHY" atau salah satu alasan saya bekerja,
jadi saya tidak mau membalik mengorbankan mereka karena pekerjaaan.

Tapi ini bukan berarti Anda tidak bekerja profesional.
Saya tetap mengejar target, hanya saja saya korbankan waktu tidur, bukan waktu bersama anak-anak.
Kadang-kadang memang harus demikian.

Salah satu yang paling dibutuhkan anak dari orang tua adalah "WAKTU"
Paling ideal adalah memberikan KWANTITAS dan KUALITAS WAKTU.
Kalaupun belum sanggup minimal KUALITAS WAKTU.
Waktu berkualitas adalah PERHATIAN.
Di antara kebutuhan waktu tersebut ada yang disebut MOMENTUM.
Hadiah waktu terbaik adalah MOMENTUM yang TEPAT.
Dan MOMENTUM yang tepat adalah saat mereka MEMBUTUHKAN.
Kapan saat anak-anak membutuhkan ORANG TUA, ya saat mereka meminta dan datang kepada kita.

Karena itulah saya sering meninggalkan kesibukan jika MOMENTUM kebutuhan anak datang.
Karena HADIAH terbaik adalah hadiah yang diberikan saat dibutuhkan.

Seringkali dalam seminar dan workshop motivasi saya tekankan:
"Segeralah kaya ketika muda. Segeralah sejahtera ketika anak-anak masih kecil"
Kenapa? Karena mereka butuh waktu kita ya saat mereka masih kecil.
Jangan tunggu punya kebebasan waktu ketika pensiun, atau makmur ketika tua.
Karena ketika tua mereka sudah punya teman, sudah punya organisasi dan sudah sibuk dengan dirinya sendiri.
Jangan disaat mereka sudah matang dan sibuk kita malah mengganggu mereka.
Apalagi kalau menunggu tua baru punya waktu, mungkin kesehatan kita juga sudah parah.

Karena itu, BUAT WAKTU untuk anak anak. Jangan KALAU ADA WAKTU.
Kalau kesejahteraan finansial belum cukup maka berikan WAKTU.
Waktu yang Anda miliki, dengan waktu yang dimiliki orang terkaya di dunia jumlahnya sama, 24 jam sehari.
Gunakan kekuatan WAKTU untuk membahagiakan anak.
Jangan katakan KALAU ADA waktu, karena SELALU SAJA ADA KESIBUKAN.
Waktu HARUS DISEDIAKAN, dan DISIAPKAN dan DIJATAHKAN untuk anak-anak kita.



(Wisdom Diary)


Ratih Junisari Mangiwa

"Winning horse doesn't know why it runs the race. It runs because of beats & pain.
Life is a race, God is your rider. So if u are in a pain, then think,God want You to win"

(^&^)v  Save a tree. Don't print this e-mail unless it's really necessary 

Sunday, November 07, 2010

Hidup bukan masalah yg harus dipecahkan, tapi sebuah kenyataan yg harus dijalani.

Suatu ketika ada sebuah kapal yg tenggelam diterjang badai. Tak ada yg tersisa
kecuali 1 orang awak kapalnya. Dia terdampar pd sebuah pulau kecil tak
berpenghuni, sendirian dan tak punya bekal makanan. Dia mulai mencari dan
menyusun kayu beserta pelepah nyiur untuk dibangun menjadi sebuah gubuk kecil
sbg tempat bernaungnya sambil membuat perapian penghangat badan. Keesokan
harinya dia mulai mencari buah2an untuk mengganjal perutnya yg lapar. Namun
sesampainya kembali ke gubuknya, dia mendapati gubuknya itu sdh hangus terbakar
tanpa tersisa rata dng tanah. Rupanya dia lupa mematikan perapian yg dibuatnya
semalam. Diapun berteriak marah, " Ya Tuhan, mengapa Kau lakukan ini padaku.
Mengapa ??!!.. Tiba2 terdengar suara peluit kapal. Ternyata ada sebuah kapal
laut yg sedang datang mendekat ke arah pantai. Lalu turunlah beberapa orang
menghampiri pria yg sedang menangisi nasibnya td. Pria itu terkejut dan
bertanya, "Bagaimana kalian bisa tahu kalo aku ada disini ??. Mereka menjawab,"
Kami melihat simbol asapmu !!..

Pesan cerita :
Tuhan selalu ada pada hati kita walau dalam keadaan yg paling berat sekalipun.
Jika doa kita dijawab YA oleh Tuhan, maka kita akan mendapatkan apa yg kita mau.

Jika jawabannya TIDAK, maka kita akan mendapat pengganti yg lebih baik.
Jika jawabannya TUNGGU, maka kita akan mendapat YANG TERBAIK sesuai dng
kehendakNYA.

Hidup bukan masalah yg harus dipecahkan, tapi sebuah kenyataan yg harus
dijalani.



Ratih Junisari Mangiwa

(^&^)v  Save a tree. Don't print this e-mail unless it's really necessary 

Tuesday, November 02, 2010

apakah kita kuat?

Di sebuah hutan, terdapat seekor monyet yang kuat dan ahli dalam memanjat. Suatu saat sang monyet memanjat pohon yang paling tinggi di hutan tersebut. Monyet itu akan mempelihatkan kekuatannya kepada banyak monyet yang sedang menatap dirinya.

Dengan cepat dan tangkas monyet itu memanjat pohon itu. Dari dahan ke dahan lainnya, monyet itu memanjat dan melompat dengan gerakan indah, hingga tidak membutuhkan waktu lama sang monyet untuk mencapai puncak pohon.

Dengan bangga sang monyet menepuk-nepuk dadanya, menunjukan bahwa dirinya adalah yang terhebat. Monyet-monyet lainnya pun berteriak-berteriak menunjukan bahwa mereka takjub dengan kemampunnya.

Pada saat itu juga, tiba-tiba cuaca yang tadinya cerah berubah menjadi galap dan mendung. Gemuruh langit terdengar, rintik-rintik hujan turun tak lama, langsung disusul lebatnya hujan badai. Para monyet belarian menuju sarang-sarang mereka untuk berteduh, kecuali satu monyet yang memanjat pohon, dia berpegang dengan erat batang pohon yang ia panjat. Menahan hujan badai yang terus saja menghantamnya, yang seolah-olah berusaha menjatuhkannya.

"Aku harus kuat, karna aku adalah monyet terkuat di hutan ini!" pikirnya sambil menahan kuatnya hembusan angin dan dinginnya hujan. Banyak pohon berjatuhan karena badai mematahkan batang-batangnya. Sang monyet beruntung karena berada di pohon yang tinggi dan kuat. Tak jarang sang monyet hampir jatuh karena pohon itu berayun-ayun dengan kuat, akan tetapi sang monyet sanggup bertahan.

Sejam telah berlalu, akhirnya badai reda. Cahaya matahari yang hangat mulai menyinari hutan kembali. Hewan-hewan pun sudah keluar dari sarangnya, termasuk para monyet yang keluar untuk melihat kondisi temannya yang sedang memanjat itu. Sungguh menajubkan, monyet itu masih bertahan di puncak pohon tertinggi tersebut. "Ha ha ha, memang aku monyet terkuat di hutan ini. Hujan badai saja ta sanggup menjatuhkanku. Ha ha ha…" Pekiknya dengan bangga sambil menepuk-nepuk dadanya.

Tak lama kemudian, angin sepoy-sepoy berhembus dengan hembusan lembut. Hembusan tersebut menyentuh seluruh badan sang monyet dengan halus dengan sinar matahari yang hangat. Sang monyet merasa nyaman dengan angin sepoy-sepoy hangat itu. Terasa bagaikan angin dari surga, setelah satu jam lamanya menahan hantaman hujan badai.
Tak terasa, mata sang monyet mulai menyipit sedikit demi sedikit. Genggaman kuatnya tak tersasa mulai mengendur. Ototnya yang menegang, perlahan-lahan mulai melemah. Dan bisa ditebak, sang monyet itu langsung tertidur.

Tak lama kemudian sang monyet itu bangun, dengan badan penuh luka. Dia baru sadar bahwa dia terjatuh ketika ia tertidur diatas pohon. Dan yang paling menyakitkan adalah ternyata dia telah dijatuhkan dengan mudah oleh angin-angin sepoi-sepoi
itu.

~~~

Teman-teman yang tersayang....
 
Mungkin banyak dari diri kita ini merasa kuat dengan berbagai ujian berupa kesempitan, kelaparan, kesusahan, seperti badai hujan yang selalu menimpa diri kita.


Akan tetapi banyak dari diri kita ini lemah dan tidak kuat terhadap ujian berupa kesenangan, harta, jabatan, seperti hembusan angin sepoi-sepoi hangat yang melenakan, sehingga membuat kita tertidur. Dan tanpa sadar kita ternyata sudah terjatuh.

Semua keadaan di muka bumi ini pada hakekatnya adalah sebuah ujian. Apakah kita kuat dan sabar ketika diberi musibah? Dan apakah kita terlena ketika kita diberi kesenangan?


Monday, November 01, 2010

MEMBERI TANPA PAMRIH

  Di sebuah lembah sebelah utara pegunungan Alpen, Jerman, ada
  sebuah biara terkenal, namanya Maulbronn. Sejarah panjangnya bisa
  ditelusuri sejak tahun 1147. Pada 1993, oleh UNESCO, tempat tersebut
  diangkat sebagai salah satu warisan budaya dunia. Salah satu yang
  terkenal dari biara ini adalah sebuah mata air yang keluar dari sisi
  sebuah bukit. Aliran air tersebut dialirkan melalui sebatang pohon
  yang sudah terlebih dahulu dikosongkan, sehingga berbentuk pipa.
  Batangan pohon tersebut bersambung dengan batangan pohon lain.
  Begitu seterusnya. Derasnya aliran air membuat suara gemericik air
  menjadi salah satu atraksi tersendiri di sana.

  Di samping rangkaian batang pohon itu terdapat sebuah tulisan dalam
  bahasa Jerman, yang artinya: "Jika ada orang yang datang dan meminum
  air ini, apakah mereka akan berterima kasih? Tetapi, tidak apa-apa,
  bagaimanapun saya akan terus mengalir dan bergemericik. Betapa indah
  dan sederhananya hidup saya: saya memberi dan terus memberi."

  Berbuat baik kepada sesama tanpa memperhitungkan balas jasa atau pun
  ucapan terima kasih adalah salah satu aspek dari kemurahan hati.
 

         BERBUAT BAIK KEPADA ORANG LAIN ITU TINDAKAN TERPUJI

Sunday, October 24, 2010

TETAP MENJADI BERKAT


Opa Lukas sudah hampir delapan puluh tahun usianya, tetapi masih  tampak sangat sehat untuk orang sebayanya. Setiap hari ia selalu  jalan pagi atau berenang selama 15-30 menit. Tidak pernah absen ke  gereja, kecuali sedang sakit. Aktif di Persekutuan Lansia di gereja.  Ramah, murah senyum, suka humor. Pernah ia sakit dan dirawat  seminggu di rumah sakit, dan selama ia di situ hampir semua perawat  dan dokter di rumah sakit mengenalnya. Ketika sudah cukup kuat  berjalan, ia mengunjungi pasien lain, sekadar menyapa dan mendoakan.  Kalau ditanya, apa resepnya hingga tetap sehat dan bersemangat, maka  jawabnya, "Semua berkat Tuhan. Opa selalu memanjatkan syukur kepada  Tuhan."

 

Sudah lama para ahli sepakat, bahwa ada korelasi yang erat antara  hubungan dengan Tuhan dan hidup sehat. Di Inggris pernah dilakukan  survei kepada para lansia. Hasilnya, kakek nenek yang hidupnya dekat  dengan Tuhan; rajin membaca Alkitab, berdoa dan beribadah, umumnya  mereka lebih bisa bersukacita dan bersyukur dalam hidupnya. Secara  fisik pun mereka lebih sehat, tidak rewel, dan lebih mampu  bersosialisasi.

 

Hal yang sama dikatakan oleh pemazmur ,  bahwa orang benar-yaitu mereka yang hidupnya dekat dengan Tuhan  , akan bertunas seperti pohon korma dan akan tumbuh subur  seperti pohon aras Libanon ). Pohon korma adalah pohon yang  ketika semakin tua, buahnya semakin manis. Sedang pohon aras  Libanon, semakin tua batangnya semakin bagus untuk dibuat mebel.  Artinya, mereka akan senantiasa menjadi berkat, bahkan sampai masa  tuanya --AYA

 

HIDUP DEKAT DENGAN TUHAN SUNGGUH MENYEHATKAN TAK HANYA JIWA, TETAPI JUGA RAGA



Ratih Junisari Mangiwa

(^&^)v  Save a tree. Don't print this e-mail unless it's really necessary 

Sunday, September 26, 2010

BERBUAT KEBAIKAN

  Suatu pagi seorang pemuda sedang berjalan di pinggir pantai. Ia
  melihat begitu banyak bintang laut yang terdampar di sana. Tak jauh
  dari situ ada seorang kakek yang sedang memunguti bintang laut dan
  melemparkannya kembali ke laut. Si pemuda mendekatinya dan bertanya,
  "Untuk apa Kakek melakukannya?" Kakek itu menjelaskan, bahwa semua
  bintang laut itu akan mati kalau terus-menerus kena cahaya matahari.
  "Pantai ini begitu luas, ada ribuan bintang laut yang terdampar.
  Tidakkah usaha Kakek ini akan percuma saja?" tanya pemuda itu lagi.
  Sambil mengambil satu bintang laut kakek itu berkata, "Tetapi pasti
  tidak akan percuma untuk yang satu ini."

  Perbuatan baik, sekecil apa pun, tidak akan sia-sia. Kalaupun itu
  tidak mengubah seluruh keadaan, setidaknya bisa mengubah sebagian
  kecil dari keadaan.

  Oleh karena itu, marilah kita tidak jemu-jemu berbuat kebaikan; di
  mana pun dan dalam bentuk apa pun-entah dengan cara berbagi rezeki
  untuk sesama di sekitar kita, menolong orang lain yang membutuhkan,
  atau kebaikan apa saja. Jangan berpikir bahwa tindakan-tindakan
  semacam itu seperti membuang air ke lautan luas. Sebab, masing-
  masing pasti ada gunanya. Setidaknya bagi orang yang menerima
  kebaikan itu --AYA

Wednesday, September 15, 2010

KEKUATAN PIKIRAN

  Sejak kecil Tara Holland sudah bermimpi menjadi Miss America.
  Impiannya nyaris kandas setelah beberapa kali ikut kontes dan tidak
  menang. Bukannya putus asa, Tara terus berusaha. Akhirnya, pada 1997
  ia sungguh-sungguh terpilih menjadi Miss America. Ketika ditanya
  seorang wartawan apakah ia canggung berjalan di atas panggung? Tara
  menjawab, "Tidak, karena saya sudah berjalan di atas panggung ribuan
  kali dalam pikiran saya."

  Ada pepatah dalam bahasa Latin: Fortis imaginatio generat casum.
  Artinya, imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Sejalan dengan
  yang dikatakan Marcus Aurelius dalam karyanya Meditations
  (Perenungan): "Profil kehidupan kita akan persis sama dengan apa
  yang kita pikirkan". Dengan kata lain, pikiran memiliki pengaruh
  sangat besar dalam kehidupan seseorang.

  Ketika yang ada dalam pikiran kita adalah hal-hal yang
  negatif-kepedihan, keluhan, kemarahan, kebencian, dan kegagalan,
  hidup kita akan terasa suram dan kelam. Sebaliknya kalau pikiran
  kita sarat dengan hal-hal positif-kesuksesan, kasih, sukacita,
  kebaikan, dan kebahagiaan, dunia pun akan terasa cerah. Pikiran
  ibarat kacamata kehidupan, menentukan cerah suramnya apa yang kita
  lihat.

 
       BIASAKAN BERPIKIR POSITIF HIDUP AKAN TERASA LEBIH CERAH