Wednesday, September 15, 2010

KEKUATAN PIKIRAN

  Sejak kecil Tara Holland sudah bermimpi menjadi Miss America.
  Impiannya nyaris kandas setelah beberapa kali ikut kontes dan tidak
  menang. Bukannya putus asa, Tara terus berusaha. Akhirnya, pada 1997
  ia sungguh-sungguh terpilih menjadi Miss America. Ketika ditanya
  seorang wartawan apakah ia canggung berjalan di atas panggung? Tara
  menjawab, "Tidak, karena saya sudah berjalan di atas panggung ribuan
  kali dalam pikiran saya."

  Ada pepatah dalam bahasa Latin: Fortis imaginatio generat casum.
  Artinya, imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Sejalan dengan
  yang dikatakan Marcus Aurelius dalam karyanya Meditations
  (Perenungan): "Profil kehidupan kita akan persis sama dengan apa
  yang kita pikirkan". Dengan kata lain, pikiran memiliki pengaruh
  sangat besar dalam kehidupan seseorang.

  Ketika yang ada dalam pikiran kita adalah hal-hal yang
  negatif-kepedihan, keluhan, kemarahan, kebencian, dan kegagalan,
  hidup kita akan terasa suram dan kelam. Sebaliknya kalau pikiran
  kita sarat dengan hal-hal positif-kesuksesan, kasih, sukacita,
  kebaikan, dan kebahagiaan, dunia pun akan terasa cerah. Pikiran
  ibarat kacamata kehidupan, menentukan cerah suramnya apa yang kita
  lihat.

 
       BIASAKAN BERPIKIR POSITIF HIDUP AKAN TERASA LEBIH CERAH

Thursday, September 02, 2010

-- JAWABAN-NYA TAK TERDUGA

Seseorang pernah menulis puisi:
Ia meminta kekuatan, dan Allah   memberinya kesulitan untuk menjadikannya kuat.
Ia meminta hikmat, dan   Allah memberinya masalah untuk dipecahkan.
Ia meminta kemakmuran, dan   Allah memberinya otak dan kegigihan untuk bekerja.
Ia meminta   keberanian, dan Allah memberinya bahaya untuk diatasi.
Ia meminta   kasih, dan Allah memberinya orang bermasalah yang perlu ditolong.
Ia   meminta kemurahan, dan Allah memberinya kesempatan.
Ia tidak menerima   satu pun yang diinginkannya;
ia menerima segala sesuatu yang   diperlukannya.
Doanya terjawab.
Lain kali, saat keadaan berlawanan dengan harapan kita,
bersiaplah: Jangan-jangan Tuhan malah tengah   datang mendekat! --ARS

Tuesday, August 31, 2010

MEMBAWA KEBAIKAN

  Dalam salah satu buku kumpulan khotbahnya, Menyembah dalam Roh dan
  Kebenaran, Pdt. Eka Darmaputera menulis demikian, "Dari semua
  makhluk ciptaan Tuhan, hanya manusia yang punya kecenderungan
  menyalahi dan melanggar hukum alam." Lalu beliau mengutip sebuah
  sajak:

  "Allah menciptakan matahari, matahari memberi sesuatu. Allah
  menciptakan bulan, bulan memberi sesuatu. Allah menciptakan bintang-
  bintang, bintang-bintang memberi sesuatu. Allah menciptakan awan-
  awan, awan-awan memberi sesuatu. Allah menciptakan bumi, bumi
  memberi sesuatu. Allah menciptakan pohon-pohon, pohon-pohon memberi
  sesuatu. Allah menciptakan bunga, buah, binatang, mereka memberi
  sesuatu. Allah menciptakan Anda dan saya, apa yang Anda dan saya
  beri?"

  Ya, apa yang Anda dan saya beri bagi kehidupan ini? Konon, ada tiga
  jenis orang di dunia ini. (1) Orang yang ada atau tidak ada sama
  saja, tidak membuat orang lain sedih atau senang. (2) Orang yang
  lebih baik tidak ada; orang lain justru senang kalau ia tidak ada.
  (3) Orang yang kehadirannya membawa kebaikan, sehingga ketika ia
  tidak ada, orang lain pun merasa sedih dan kehilangan.

  Pertanyaan untuk kita renungkan, orang jenis manakah kita? Semoga
  bukan jenis pertama, lebih-lebih bukan jenis kedua. Sebab kalau
  begitu kita adanya, itu berarti kita tidak memenuhi tujuan Allah
  menciptakan kita di dunia ini. Allah menciptakan kita-di mana pun
  kita berada, dan dalam peran apa pun kita hidup-untuk membawa
  kebaikan; memuliakan Allah, dan membuat orang lain merasa bersyukur --AYA

                 KITA DICIPTAKAN DENGAN TUJUAN LUHUR
          SUDAHKAH KITA HIDUP SESUAI TUJUAN KITA DICIPTAKAN?

Monday, August 30, 2010

MEMILIH UNTUK BERSYUKUR

  Ada cerita tentang dua anak yang bernama Ceria dan Murung.  Seperti
  namanya, Ceria sifatnya periang dan selalu tersenyum. Sebaliknya,
  Murung suka mengeluh dan selalu cemberut. Suatu kali Murung mendapat
  hadiah telepon genggam dari orangtuanya. Ia senang sekali, tetapi
  tidak lama wajahnya murung lagi. Ia khawatir teman-temannya meminjam
  telepon genggamnya itu dan merusakkannya. Bukannya mendatangkan
  kegembiraan, hadiah itu malah menjadi beban buatnya. Pada saat
  bersamaan, Ceria juga mendapat hadiah dari orangtuanya, yaitu kotoran
  kuda. Ketika menerima hadiah itu, Ceria kaget sekali, tetapi segera ia
  berpikir, "Ah, masa Ayah dan Ibu hanya memberi kotoran kuda, pasti ada
  sesuatu yang baik di balik ini." Ia lalu menghampiri ayah dan ibunya.
  "Ayah dan Ibu sangat mengasihi saya, jadi tidak mungkin hanya memberi
  kotoran kuda. Ini pasti sebuah tanda, bahwa Ayah Ibu sudah membelikan
  seekor kuda buat saya, " kata Ceria seraya tersenyum dan memeluk
  mereka. Cerah suramnya kehidupan kerap tidak tergantung pada kondisi
  di luar diri kita, tetapi pada bagaimana kita memandang dan
  menyikapinya. Habakuk hidup dalam masyarakat yang keras hati dan penuh
  dengan kejahatan . Walaupun demikian, ia tetap
  berpegang teguh pada imannya. Ia tidak membiarkan dirinya tenggelam
  dalam kesusahan. Sebaliknya, ia mengarahkan diri pada kasih dan kuasa
  Tuhan, karenanya ia tetap dapat bersyukur. Sekarang ini, kita mungkin
  tengah berada dalam kondisi yang sulit, tetapi sesungguhnya dalam
  keadaan demikian pun kita tetap dapat memilih untuk bersyukur --AYA

       DALAM KEADAAN APA  PUN SELALU ADA ALASAN UNTUK BERSYUKUR

Thursday, August 26, 2010

KISAH SUP BATU

KISAH SUP BATU

   Alkisah ada tiga pengembara, yang dalam perjalanannya singgah di
   sebuah kota. Warga kota itu tak pernah bergembira, sebab mereka hidup
   dengan sangat mementingkan diri sendiri. Mereka mengerjakan segala
   sesuatu sendiri dan untuk dirinya sendiri. Selain itu, mereka suka
   mencurigai semua orang. Termasuk kepada tiga pengembara kelaparan yang
   duduk di tengah alun-alun kota mereka. Tiga pengembara itu membuat api
   lalu merebus sebuah batu. "Apa yang kaubuat?" tanya seorang anak yang
   lewat. "Kami membuat sup batu yang sangat enak, " kata si pengembara,
   "tetapi akan jauh lebih enak jika ditambah sesiung kecil bawang, "
   lanjutnya. Anak itu pun berlari dan mengambilkan bawang. Orang-orang
   kota itu mulai penasaran. Mereka mengintip dan menengok satu per satu.
   "Sup ini akan jauh lebih enak jika ditambah wortel dan tomat. Seiris
   kecil daging juga membuat rasanya jauh lebih baik." Didorong oleh rasa
   ingin tahu yang kuat, mereka membawakan satu per satu bahan yang
   disebut para pengembara. Alhasil, jadilah sup yang enak (tentu setelah
   batunya dibuang) dan penduduk kota ikut menikmatinya. Untuk pertama
   kalinya penduduk kota itu meniadakan rasa curiga dan mengalami
   indahnya hidup berbagi dalam kebersamaan. Pemazmur menyebutkan betapa
   baiknya apabila kita hidup bersama dengan rukun. Tidak cuma berarti
   tinggal bersama-sama, tetapi saling menerima dan saling berbagi dalam
   kasih. Hidup rukun tanpa prasangka, yang menghalangi interaksi dengan
   sesama. Hidup harmonis ini bukan saja mendatangkan kebahagiaan bagi
   kita,  melainkan juga bagi Allah. Seperti kata pemazmur, "… sebab ke
   sanalah Tuhan memerintahkan berkat ..." --SL

    ORANG YANG SELALU MENARUH CURIGA MEMBATASI DIRINYA UNTUK BAHAGIA

Sunday, August 22, 2010

MEMBERI ATAU MEMANCING?

  Tulus hati merupakan nilai batin yang penting, tetapi sulit dijumpai.
  Masalahnya, kita biasa memiliki harapan di balik segala pemberian dan
  tindakan baik. Ketika kita melakukan kebaikan, kita diam-diam
  bermaksud membuat orang lain yang kita tolong merasa berutang pada
  kita. Hal ini tak ubahnya seperti memancing-ada sesuatu yang kita
  harapkan sebagai imbalan dari orang yang kita tolong; bahkan dari
  Tuhan. Namun, ini tentu saja tidak benar. Meski begitu, orang
  kristiani kerap punya motif tersembunyi. Kita menjadi orang yang penuh
  perhitungan dengan perbuatan baik kita. Semua ada hitungan bisnisnya.
  Lebih lagi firman Tuhan mengatakan: "Orang yang menabur sedikit  akan
  menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak
  juga". Benarkah pemahaman kita ini? Memberi adalah tindakan
  kasih yang semestinya muncul dengan segenap ketulusan, tanpa embel-
  embel apa pun.  "Hendaklah masing-
  masing memberi menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau
  karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan
  sukacita ... Allah sanggup melimpahkan segala anugerah kepada kamu
  ..." Bagi orang yang menjaga hatinya tulus dalam memberi, Allah
  melimpahkan berkat, yakni: "berkecukupan dalam segala sesuatu dan
  malah berkelebihan di berbagai perbuatan baik" (ayat 8). Mari
  memeriksa rekam jejak (track record) kita sendiri. Sudahkah hati kita
  jauh dari pamrih ketika kita mengasihi dan memberi? Periksalah diri
  Anda dengan jujur dan berani --DKL

             SEMAKIN DALAM SESEORANG MENGENAL KASIH TUHAN             
          IA AKAN SEMAKIN MERASA BERUTANG KASIH KEPADA TUHAN


Wednesday, August 18, 2010

SUKACITA PELAYANAN

  Saya teringat saat pertama kali saya belajar memasak. Saat itu mama
  saya spontan mengeluh, "Aduh, jadi repot!" Namun, Mama tetap mengajari
  saya memasak nasi goreng dengan sukacita. Saat itu, saya hanya diminta
  mengaduk nasinya dan Mama memberitahukan semua prosesnya sambil
  memasukkan semua bumbunya. Dan, jadilah nasi goreng pertama buatan
  saya. Waktu Papa mengatakan "Hm, lumayan enak!" rasanya hati senang
  sekali. Walaupun saya tahu, itu bukan nasi goreng saya, tetapi nasi
  goreng
Mama yang saya aduk. Seperti itulah pelayanan kita.
  Sesungguhnya Tuhan bisa saja mengerjakan semuanya sendiri. Jika
  melayani Tuhan, terkadang kita malah membuat Tuhan "repot" karena
  perilaku kita. Namun, itulah kasih Tuhan yang mau menjadikan kita
  sebagai rekan sekerja-Nya. Dan, sukacita kita adalah ketika kita dapat
  melihat karya Tuhan melalui tangan kita. Melayani Tuhan memang
  tidak mudah. Terkadang kita mengalami hal yang tidak mengenakkan
  Namun, inilah hak istimewa kita, yaitu turut merasakan sukacita Tuhan
  saat melihat orang-orang yang kita layani bertobat dan bertumbuh di
  dalam Tuhan. Oleh karena itu, tetaplah giat melayani Tuhan --VT

        TUHAN ADALAH KAPTEN DARI TIM IMPIAN YANG SELALU MENANG
    MAKA BETAPA ISTIMEWA APABILA KITA PUN MENJADI ANGGOTA TIM-NYA!