Monday, November 01, 2010

MEMBERI TANPA PAMRIH

  Di sebuah lembah sebelah utara pegunungan Alpen, Jerman, ada
  sebuah biara terkenal, namanya Maulbronn. Sejarah panjangnya bisa
  ditelusuri sejak tahun 1147. Pada 1993, oleh UNESCO, tempat tersebut
  diangkat sebagai salah satu warisan budaya dunia. Salah satu yang
  terkenal dari biara ini adalah sebuah mata air yang keluar dari sisi
  sebuah bukit. Aliran air tersebut dialirkan melalui sebatang pohon
  yang sudah terlebih dahulu dikosongkan, sehingga berbentuk pipa.
  Batangan pohon tersebut bersambung dengan batangan pohon lain.
  Begitu seterusnya. Derasnya aliran air membuat suara gemericik air
  menjadi salah satu atraksi tersendiri di sana.

  Di samping rangkaian batang pohon itu terdapat sebuah tulisan dalam
  bahasa Jerman, yang artinya: "Jika ada orang yang datang dan meminum
  air ini, apakah mereka akan berterima kasih? Tetapi, tidak apa-apa,
  bagaimanapun saya akan terus mengalir dan bergemericik. Betapa indah
  dan sederhananya hidup saya: saya memberi dan terus memberi."

  Berbuat baik kepada sesama tanpa memperhitungkan balas jasa atau pun
  ucapan terima kasih adalah salah satu aspek dari kemurahan hati.
 

         BERBUAT BAIK KEPADA ORANG LAIN ITU TINDAKAN TERPUJI

Sunday, October 24, 2010

TETAP MENJADI BERKAT


Opa Lukas sudah hampir delapan puluh tahun usianya, tetapi masih  tampak sangat sehat untuk orang sebayanya. Setiap hari ia selalu  jalan pagi atau berenang selama 15-30 menit. Tidak pernah absen ke  gereja, kecuali sedang sakit. Aktif di Persekutuan Lansia di gereja.  Ramah, murah senyum, suka humor. Pernah ia sakit dan dirawat  seminggu di rumah sakit, dan selama ia di situ hampir semua perawat  dan dokter di rumah sakit mengenalnya. Ketika sudah cukup kuat  berjalan, ia mengunjungi pasien lain, sekadar menyapa dan mendoakan.  Kalau ditanya, apa resepnya hingga tetap sehat dan bersemangat, maka  jawabnya, "Semua berkat Tuhan. Opa selalu memanjatkan syukur kepada  Tuhan."

 

Sudah lama para ahli sepakat, bahwa ada korelasi yang erat antara  hubungan dengan Tuhan dan hidup sehat. Di Inggris pernah dilakukan  survei kepada para lansia. Hasilnya, kakek nenek yang hidupnya dekat  dengan Tuhan; rajin membaca Alkitab, berdoa dan beribadah, umumnya  mereka lebih bisa bersukacita dan bersyukur dalam hidupnya. Secara  fisik pun mereka lebih sehat, tidak rewel, dan lebih mampu  bersosialisasi.

 

Hal yang sama dikatakan oleh pemazmur ,  bahwa orang benar-yaitu mereka yang hidupnya dekat dengan Tuhan  , akan bertunas seperti pohon korma dan akan tumbuh subur  seperti pohon aras Libanon ). Pohon korma adalah pohon yang  ketika semakin tua, buahnya semakin manis. Sedang pohon aras  Libanon, semakin tua batangnya semakin bagus untuk dibuat mebel.  Artinya, mereka akan senantiasa menjadi berkat, bahkan sampai masa  tuanya --AYA

 

HIDUP DEKAT DENGAN TUHAN SUNGGUH MENYEHATKAN TAK HANYA JIWA, TETAPI JUGA RAGA



Ratih Junisari Mangiwa

(^&^)v  Save a tree. Don't print this e-mail unless it's really necessary 

Sunday, September 26, 2010

BERBUAT KEBAIKAN

  Suatu pagi seorang pemuda sedang berjalan di pinggir pantai. Ia
  melihat begitu banyak bintang laut yang terdampar di sana. Tak jauh
  dari situ ada seorang kakek yang sedang memunguti bintang laut dan
  melemparkannya kembali ke laut. Si pemuda mendekatinya dan bertanya,
  "Untuk apa Kakek melakukannya?" Kakek itu menjelaskan, bahwa semua
  bintang laut itu akan mati kalau terus-menerus kena cahaya matahari.
  "Pantai ini begitu luas, ada ribuan bintang laut yang terdampar.
  Tidakkah usaha Kakek ini akan percuma saja?" tanya pemuda itu lagi.
  Sambil mengambil satu bintang laut kakek itu berkata, "Tetapi pasti
  tidak akan percuma untuk yang satu ini."

  Perbuatan baik, sekecil apa pun, tidak akan sia-sia. Kalaupun itu
  tidak mengubah seluruh keadaan, setidaknya bisa mengubah sebagian
  kecil dari keadaan.

  Oleh karena itu, marilah kita tidak jemu-jemu berbuat kebaikan; di
  mana pun dan dalam bentuk apa pun-entah dengan cara berbagi rezeki
  untuk sesama di sekitar kita, menolong orang lain yang membutuhkan,
  atau kebaikan apa saja. Jangan berpikir bahwa tindakan-tindakan
  semacam itu seperti membuang air ke lautan luas. Sebab, masing-
  masing pasti ada gunanya. Setidaknya bagi orang yang menerima
  kebaikan itu --AYA

Wednesday, September 15, 2010

KEKUATAN PIKIRAN

  Sejak kecil Tara Holland sudah bermimpi menjadi Miss America.
  Impiannya nyaris kandas setelah beberapa kali ikut kontes dan tidak
  menang. Bukannya putus asa, Tara terus berusaha. Akhirnya, pada 1997
  ia sungguh-sungguh terpilih menjadi Miss America. Ketika ditanya
  seorang wartawan apakah ia canggung berjalan di atas panggung? Tara
  menjawab, "Tidak, karena saya sudah berjalan di atas panggung ribuan
  kali dalam pikiran saya."

  Ada pepatah dalam bahasa Latin: Fortis imaginatio generat casum.
  Artinya, imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Sejalan dengan
  yang dikatakan Marcus Aurelius dalam karyanya Meditations
  (Perenungan): "Profil kehidupan kita akan persis sama dengan apa
  yang kita pikirkan". Dengan kata lain, pikiran memiliki pengaruh
  sangat besar dalam kehidupan seseorang.

  Ketika yang ada dalam pikiran kita adalah hal-hal yang
  negatif-kepedihan, keluhan, kemarahan, kebencian, dan kegagalan,
  hidup kita akan terasa suram dan kelam. Sebaliknya kalau pikiran
  kita sarat dengan hal-hal positif-kesuksesan, kasih, sukacita,
  kebaikan, dan kebahagiaan, dunia pun akan terasa cerah. Pikiran
  ibarat kacamata kehidupan, menentukan cerah suramnya apa yang kita
  lihat.

 
       BIASAKAN BERPIKIR POSITIF HIDUP AKAN TERASA LEBIH CERAH

Thursday, September 02, 2010

-- JAWABAN-NYA TAK TERDUGA

Seseorang pernah menulis puisi:
Ia meminta kekuatan, dan Allah   memberinya kesulitan untuk menjadikannya kuat.
Ia meminta hikmat, dan   Allah memberinya masalah untuk dipecahkan.
Ia meminta kemakmuran, dan   Allah memberinya otak dan kegigihan untuk bekerja.
Ia meminta   keberanian, dan Allah memberinya bahaya untuk diatasi.
Ia meminta   kasih, dan Allah memberinya orang bermasalah yang perlu ditolong.
Ia   meminta kemurahan, dan Allah memberinya kesempatan.
Ia tidak menerima   satu pun yang diinginkannya;
ia menerima segala sesuatu yang   diperlukannya.
Doanya terjawab.
Lain kali, saat keadaan berlawanan dengan harapan kita,
bersiaplah: Jangan-jangan Tuhan malah tengah   datang mendekat! --ARS

Tuesday, August 31, 2010

MEMBAWA KEBAIKAN

  Dalam salah satu buku kumpulan khotbahnya, Menyembah dalam Roh dan
  Kebenaran, Pdt. Eka Darmaputera menulis demikian, "Dari semua
  makhluk ciptaan Tuhan, hanya manusia yang punya kecenderungan
  menyalahi dan melanggar hukum alam." Lalu beliau mengutip sebuah
  sajak:

  "Allah menciptakan matahari, matahari memberi sesuatu. Allah
  menciptakan bulan, bulan memberi sesuatu. Allah menciptakan bintang-
  bintang, bintang-bintang memberi sesuatu. Allah menciptakan awan-
  awan, awan-awan memberi sesuatu. Allah menciptakan bumi, bumi
  memberi sesuatu. Allah menciptakan pohon-pohon, pohon-pohon memberi
  sesuatu. Allah menciptakan bunga, buah, binatang, mereka memberi
  sesuatu. Allah menciptakan Anda dan saya, apa yang Anda dan saya
  beri?"

  Ya, apa yang Anda dan saya beri bagi kehidupan ini? Konon, ada tiga
  jenis orang di dunia ini. (1) Orang yang ada atau tidak ada sama
  saja, tidak membuat orang lain sedih atau senang. (2) Orang yang
  lebih baik tidak ada; orang lain justru senang kalau ia tidak ada.
  (3) Orang yang kehadirannya membawa kebaikan, sehingga ketika ia
  tidak ada, orang lain pun merasa sedih dan kehilangan.

  Pertanyaan untuk kita renungkan, orang jenis manakah kita? Semoga
  bukan jenis pertama, lebih-lebih bukan jenis kedua. Sebab kalau
  begitu kita adanya, itu berarti kita tidak memenuhi tujuan Allah
  menciptakan kita di dunia ini. Allah menciptakan kita-di mana pun
  kita berada, dan dalam peran apa pun kita hidup-untuk membawa
  kebaikan; memuliakan Allah, dan membuat orang lain merasa bersyukur --AYA

                 KITA DICIPTAKAN DENGAN TUJUAN LUHUR
          SUDAHKAH KITA HIDUP SESUAI TUJUAN KITA DICIPTAKAN?

Monday, August 30, 2010

MEMILIH UNTUK BERSYUKUR

  Ada cerita tentang dua anak yang bernama Ceria dan Murung.  Seperti
  namanya, Ceria sifatnya periang dan selalu tersenyum. Sebaliknya,
  Murung suka mengeluh dan selalu cemberut. Suatu kali Murung mendapat
  hadiah telepon genggam dari orangtuanya. Ia senang sekali, tetapi
  tidak lama wajahnya murung lagi. Ia khawatir teman-temannya meminjam
  telepon genggamnya itu dan merusakkannya. Bukannya mendatangkan
  kegembiraan, hadiah itu malah menjadi beban buatnya. Pada saat
  bersamaan, Ceria juga mendapat hadiah dari orangtuanya, yaitu kotoran
  kuda. Ketika menerima hadiah itu, Ceria kaget sekali, tetapi segera ia
  berpikir, "Ah, masa Ayah dan Ibu hanya memberi kotoran kuda, pasti ada
  sesuatu yang baik di balik ini." Ia lalu menghampiri ayah dan ibunya.
  "Ayah dan Ibu sangat mengasihi saya, jadi tidak mungkin hanya memberi
  kotoran kuda. Ini pasti sebuah tanda, bahwa Ayah Ibu sudah membelikan
  seekor kuda buat saya, " kata Ceria seraya tersenyum dan memeluk
  mereka. Cerah suramnya kehidupan kerap tidak tergantung pada kondisi
  di luar diri kita, tetapi pada bagaimana kita memandang dan
  menyikapinya. Habakuk hidup dalam masyarakat yang keras hati dan penuh
  dengan kejahatan . Walaupun demikian, ia tetap
  berpegang teguh pada imannya. Ia tidak membiarkan dirinya tenggelam
  dalam kesusahan. Sebaliknya, ia mengarahkan diri pada kasih dan kuasa
  Tuhan, karenanya ia tetap dapat bersyukur. Sekarang ini, kita mungkin
  tengah berada dalam kondisi yang sulit, tetapi sesungguhnya dalam
  keadaan demikian pun kita tetap dapat memilih untuk bersyukur --AYA

       DALAM KEADAAN APA  PUN SELALU ADA ALASAN UNTUK BERSYUKUR