| Di sebuah lembah sebelah utara pegunungan Alpen, Jerman, ada sebuah biara terkenal, namanya Maulbronn. Sejarah panjangnya bisa ditelusuri sejak tahun 1147. Pada 1993, oleh UNESCO, tempat tersebut diangkat sebagai salah satu warisan budaya dunia. Salah satu yang terkenal dari biara ini adalah sebuah mata air yang keluar dari sisi sebuah bukit. Aliran air tersebut dialirkan melalui sebatang pohon yang sudah terlebih dahulu dikosongkan, sehingga berbentuk pipa. Batangan pohon tersebut bersambung dengan batangan pohon lain. Begitu seterusnya. Derasnya aliran air membuat suara gemericik air menjadi salah satu atraksi tersendiri di sana. Di samping rangkaian batang pohon itu terdapat sebuah tulisan dalam bahasa Jerman, yang artinya: "Jika ada orang yang datang dan meminum air ini, apakah mereka akan berterima kasih? Tetapi, tidak apa-apa, bagaimanapun saya akan terus mengalir dan bergemericik. Betapa indah dan sederhananya hidup saya: saya memberi dan terus memberi." Berbuat baik kepada sesama tanpa memperhitungkan balas jasa atau pun ucapan terima kasih adalah salah satu aspek dari kemurahan hati. BERBUAT BAIK KEPADA ORANG LAIN ITU TINDAKAN TERPUJI |
Monday, November 01, 2010
MEMBERI TANPA PAMRIH
Sunday, October 24, 2010
TETAP MENJADI BERKAT
Opa Lukas sudah hampir delapan puluh tahun usianya, tetapi masih tampak sangat sehat untuk orang sebayanya. Setiap hari ia selalu jalan pagi atau berenang selama 15-30 menit. Tidak pernah absen ke gereja, kecuali sedang sakit. Aktif di Persekutuan Lansia di gereja. Ramah, murah senyum, suka humor. Pernah ia sakit dan dirawat seminggu di rumah sakit, dan selama ia di situ hampir semua perawat dan dokter di rumah sakit mengenalnya. Ketika sudah cukup kuat berjalan, ia mengunjungi pasien lain, sekadar menyapa dan mendoakan. Kalau ditanya, apa resepnya hingga tetap sehat dan bersemangat, maka jawabnya, "Semua berkat Tuhan. Opa selalu memanjatkan syukur kepada Tuhan."
Sudah lama para ahli sepakat, bahwa ada korelasi yang erat antara hubungan dengan Tuhan dan hidup sehat. Di Inggris pernah dilakukan survei kepada para lansia. Hasilnya, kakek nenek yang hidupnya dekat dengan Tuhan; rajin membaca Alkitab, berdoa dan beribadah, umumnya mereka lebih bisa bersukacita dan bersyukur dalam hidupnya. Secara fisik pun mereka lebih sehat, tidak rewel, dan lebih mampu bersosialisasi.
Hal yang sama dikatakan oleh pemazmur , bahwa orang benar-yaitu mereka yang hidupnya dekat dengan Tuhan , akan bertunas seperti pohon korma dan akan tumbuh subur seperti pohon aras Libanon ). Pohon korma adalah pohon yang ketika semakin tua, buahnya semakin manis. Sedang pohon aras Libanon, semakin tua batangnya semakin bagus untuk dibuat mebel. Artinya, mereka akan senantiasa menjadi berkat, bahkan sampai masa tuanya --AYA
HIDUP DEKAT DENGAN TUHAN SUNGGUH MENYEHATKAN TAK HANYA JIWA, TETAPI JUGA RAGA Ratih Junisari Mangiwa(^&^)v Save a tree. Don't print this e-mail unless it's really necessary |
Sunday, September 26, 2010
BERBUAT KEBAIKAN
| Suatu pagi seorang pemuda sedang berjalan di pinggir pantai. Ia melihat begitu banyak bintang laut yang terdampar di sana. Tak jauh dari situ ada seorang kakek yang sedang memunguti bintang laut dan melemparkannya kembali ke laut. Si pemuda mendekatinya dan bertanya, "Untuk apa Kakek melakukannya?" Kakek itu menjelaskan, bahwa semua bintang laut itu akan mati kalau terus-menerus kena cahaya matahari. "Pantai ini begitu luas, ada ribuan bintang laut yang terdampar. Tidakkah usaha Kakek ini akan percuma saja?" tanya pemuda itu lagi. Sambil mengambil satu bintang laut kakek itu berkata, "Tetapi pasti tidak akan percuma untuk yang satu ini." Perbuatan baik, sekecil apa pun, tidak akan sia-sia. Kalaupun itu tidak mengubah seluruh keadaan, setidaknya bisa mengubah sebagian kecil dari keadaan. Oleh karena itu, marilah kita tidak jemu-jemu berbuat kebaikan; di mana pun dan dalam bentuk apa pun-entah dengan cara berbagi rezeki untuk sesama di sekitar kita, menolong orang lain yang membutuhkan, atau kebaikan apa saja. Jangan berpikir bahwa tindakan-tindakan semacam itu seperti membuang air ke lautan luas. Sebab, masing- masing pasti ada gunanya. Setidaknya bagi orang yang menerima kebaikan itu --AYA |
Wednesday, September 15, 2010
KEKUATAN PIKIRAN
| Sejak kecil Tara Holland sudah bermimpi menjadi Miss America. Impiannya nyaris kandas setelah beberapa kali ikut kontes dan tidak menang. Bukannya putus asa, Tara terus berusaha. Akhirnya, pada 1997 ia sungguh-sungguh terpilih menjadi Miss America. Ketika ditanya seorang wartawan apakah ia canggung berjalan di atas panggung? Tara menjawab, "Tidak, karena saya sudah berjalan di atas panggung ribuan kali dalam pikiran saya." Ada pepatah dalam bahasa Latin: Fortis imaginatio generat casum. Artinya, imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Sejalan dengan yang dikatakan Marcus Aurelius dalam karyanya Meditations (Perenungan): "Profil kehidupan kita akan persis sama dengan apa yang kita pikirkan". Dengan kata lain, pikiran memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan seseorang. Ketika yang ada dalam pikiran kita adalah hal-hal yang negatif-kepedihan, keluhan, kemarahan, kebencian, dan kegagalan, hidup kita akan terasa suram dan kelam. Sebaliknya kalau pikiran kita sarat dengan hal-hal positif-kesuksesan, kasih, sukacita, kebaikan, dan kebahagiaan, dunia pun akan terasa cerah. Pikiran ibarat kacamata kehidupan, menentukan cerah suramnya apa yang kita lihat. BIASAKAN BERPIKIR POSITIF HIDUP AKAN TERASA LEBIH CERAH |
Thursday, September 02, 2010
-- JAWABAN-NYA TAK TERDUGA
| Seseorang pernah menulis puisi: Ia meminta kekuatan, dan Allah memberinya kesulitan untuk menjadikannya kuat. Ia meminta hikmat, dan Allah memberinya masalah untuk dipecahkan. Ia meminta kemakmuran, dan Allah memberinya otak dan kegigihan untuk bekerja. Ia meminta keberanian, dan Allah memberinya bahaya untuk diatasi. Ia meminta kasih, dan Allah memberinya orang bermasalah yang perlu ditolong. Ia meminta kemurahan, dan Allah memberinya kesempatan. Ia tidak menerima satu pun yang diinginkannya; ia menerima segala sesuatu yang diperlukannya. Doanya terjawab. Lain kali, saat keadaan berlawanan dengan harapan kita, bersiaplah: Jangan-jangan Tuhan malah tengah datang mendekat! --ARS |
Tuesday, August 31, 2010
MEMBAWA KEBAIKAN
| Dalam salah satu buku kumpulan khotbahnya, Menyembah dalam Roh dan Kebenaran, Pdt. Eka Darmaputera menulis demikian, "Dari semua makhluk ciptaan Tuhan, hanya manusia yang punya kecenderungan menyalahi dan melanggar hukum alam." Lalu beliau mengutip sebuah sajak: "Allah menciptakan matahari, matahari memberi sesuatu. Allah menciptakan bulan, bulan memberi sesuatu. Allah menciptakan bintang- bintang, bintang-bintang memberi sesuatu. Allah menciptakan awan- awan, awan-awan memberi sesuatu. Allah menciptakan bumi, bumi memberi sesuatu. Allah menciptakan pohon-pohon, pohon-pohon memberi sesuatu. Allah menciptakan bunga, buah, binatang, mereka memberi sesuatu. Allah menciptakan Anda dan saya, apa yang Anda dan saya beri?" Ya, apa yang Anda dan saya beri bagi kehidupan ini? Konon, ada tiga jenis orang di dunia ini. (1) Orang yang ada atau tidak ada sama saja, tidak membuat orang lain sedih atau senang. (2) Orang yang lebih baik tidak ada; orang lain justru senang kalau ia tidak ada. (3) Orang yang kehadirannya membawa kebaikan, sehingga ketika ia tidak ada, orang lain pun merasa sedih dan kehilangan. Pertanyaan untuk kita renungkan, orang jenis manakah kita? Semoga bukan jenis pertama, lebih-lebih bukan jenis kedua. Sebab kalau begitu kita adanya, itu berarti kita tidak memenuhi tujuan Allah menciptakan kita di dunia ini. Allah menciptakan kita-di mana pun kita berada, dan dalam peran apa pun kita hidup-untuk membawa kebaikan; memuliakan Allah, dan membuat orang lain merasa bersyukur --AYA KITA DICIPTAKAN DENGAN TUJUAN LUHUR SUDAHKAH KITA HIDUP SESUAI TUJUAN KITA DICIPTAKAN? |
Monday, August 30, 2010
MEMILIH UNTUK BERSYUKUR
| Ada cerita tentang dua anak yang bernama Ceria dan Murung. Seperti namanya, Ceria sifatnya periang dan selalu tersenyum. Sebaliknya, Murung suka mengeluh dan selalu cemberut. Suatu kali Murung mendapat hadiah telepon genggam dari orangtuanya. Ia senang sekali, tetapi tidak lama wajahnya murung lagi. Ia khawatir teman-temannya meminjam telepon genggamnya itu dan merusakkannya. Bukannya mendatangkan kegembiraan, hadiah itu malah menjadi beban buatnya. Pada saat bersamaan, Ceria juga mendapat hadiah dari orangtuanya, yaitu kotoran kuda. Ketika menerima hadiah itu, Ceria kaget sekali, tetapi segera ia berpikir, "Ah, masa Ayah dan Ibu hanya memberi kotoran kuda, pasti ada sesuatu yang baik di balik ini." Ia lalu menghampiri ayah dan ibunya. "Ayah dan Ibu sangat mengasihi saya, jadi tidak mungkin hanya memberi kotoran kuda. Ini pasti sebuah tanda, bahwa Ayah Ibu sudah membelikan seekor kuda buat saya, " kata Ceria seraya tersenyum dan memeluk mereka. Cerah suramnya kehidupan kerap tidak tergantung pada kondisi di luar diri kita, tetapi pada bagaimana kita memandang dan menyikapinya. Habakuk hidup dalam masyarakat yang keras hati dan penuh dengan kejahatan . Walaupun demikian, ia tetap berpegang teguh pada imannya. Ia tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam kesusahan. Sebaliknya, ia mengarahkan diri pada kasih dan kuasa Tuhan, karenanya ia tetap dapat bersyukur. Sekarang ini, kita mungkin tengah berada dalam kondisi yang sulit, tetapi sesungguhnya dalam keadaan demikian pun kita tetap dapat memilih untuk bersyukur --AYA DALAM KEADAAN APA PUN SELALU ADA ALASAN UNTUK BERSYUKUR |